4 Hal Dasar untuk Membangun Budaya Coaching (4 Basic Things to Build a Coaching Culture)

coaching, mentoring, training, pelatihan, softskill training

Pentingnya Membangun Budaya Coaching untuk Karyawan Salah satu peran seorang pemimpin (leader) dalam sebuah organisasi adalah peran sebagai coach. Meskipun istilah ini, dulunya sangat melekat kepada pelatih olahraga, coaching saat ini sudah menjadi kebutuhan penting di dunia bisnis. Banyak sekali organisasi atau perusahaan besar di dunia yang memiliki program coaching untuk  meningkatkan kinerja karyawannya. Dalam menjalankan program tersebut, mereka mempersiapkan banyak professional coach, baik yang berasal dari internal maupun eksternal.

Coaching berdasar pada komunikasi dua arah, dimana seorang atasan mengajukan pertanyaan dengan tujuan membantu bawahan mereka dalam menemukan cara meningkatkan efektifitas diri mereka sendiri dan organisasi. Prinsip utama dalam coaching adalah pembelajaran yang diarahkan oleh diri sendiri.

membangun budaya coaching, training, pelatihan karyawan, coaching bisnis, training

Dasar Membangun Budaya Coaching

Ada 4 hal dasar yang penting untuk membangun budaya coaching di dalam sebuah organisasi, antara lain:

  1. Membangun kepercayaan (trust)

Salah satu elemen penting dalam hubungan atasan-bawahan adalah trust. Indikator sederhana sebuah hubungan terikat rasa saling percaya bisa terlihat dengan adanya komunikasi dua arah yang seimbang, transparan, terbuka, dan saling menghargai.

Dalam coaching, coach mendorong coachee untuk bisa berpikiran terbuka. Coachee bebas menyampaikan pemikirannya, dan mampu mengungkapkan perasaan tanpa khawatir dan rasa takut. Coach mampu mendengar dan menghargai pandangan dan perasaan coachee. Berdasarkan keadaan inilah trust terbangun.

coaching, membangun kepercayaan untuk coaching, trust, coaching

Membangun Kepercayaan untuk Membangun Budaya Coaching

2. Membangun komitmen dan percaya diri (commitment & confidence)

Dalam coaching coach memastikan agenda berdasarkan kebutuhan coachee. 100% inisiatif atau tindakan coachee adalah untuk mengarahkan diri mereka sendiri. Coach yakin bahwa coachee mampu dan punya potensi. Komitmen dan kepercayaan diri coachee pun tumbuh. Percaya bahwa diri masing-masinglah faktor kunci dalam mencapai sesuatu.

membangun komitmen dan percaya diri, komitmen, percaya diri, coaching, coaching karyawan, training, pelatihan karyawan, training karyawan

Membangun Komitmen dan Percaya Diri untuk Coaching

3. Membangun perasaan berdaya (resourcefulness)

Coach memprovokasi dan menantang coachee untuk mampu berbuat dan mencapai lebih baik. Coach membantu coachee untuk mampu mengatasi pola pikir dan sikap yang menghambat kemajuannya sendiri. Apakah itu keragu-raguan, ketidakpercayaan diri, kekhawatiran, berpuas diri, atau terlena dalam zona nyaman.

Coach  membantu coachee untuk mampu melihat situasi menjadi lebih jelas. Kemudian mendorong coachee menemukan caranya sendiri yang mungkin unik, bagi peningkatan efektifitas diri dan organisasi.

coaching, training, pelatihan karyawan, training karyawan

Coaching Membangun Perasaan Karyawan untuk Bisa Mencapai Lebih Baik

4. Berorientasi pada solusi (solution-oriented)

Coaching beranjak pada masa kini dan masa yang akan datang bukan masa lalu. Coach selalu punya semangat solusi. Setiap situasi atau permasalahan yang dihadapi pasti ada jalan keluar. Dalam coaching, kesalahan merupakan pembelajaran. Fokus pada kesalahan membuat masalah makin membesar. Fokus pada solusi membuat masalah tertangani dan coachee belajar banyak hal yang makin meningkatkan efektifitas dirinya di masa yang akan datang.

coaching, training, pelatihan karyawan, coaching memberi solusi, training karyawan

Coaching Memberikan Solusi

You may also like...