Tips Keuangan Ala Safir Senduk, Sang Ahli Pengelola Keuangan

Mengelola keuangan memang sudah menjadi sebuah keharusan, terutama bagi yang sudah memiliki pemasukan sendiri. Dengan mengelola keuangan dengan baik tentu saja akan mendukung kondisi keuangan yang sehat kedepannya. Jika tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, maka salah satu risiko yang bisa terjadi adalah munculnya tumpukan-tumpukan utang yang akan menganggu keuangan di masa depan.

Namun sayangnya tidak semua orang memahami bagaimana cara mengelola keuangan yang baik dan benar. Sehingga banyak sekali kesalahan-kesalahan yang dilakukannya dalam mengatur keuangan. Sebenarnya kita bisa mempelajari tips-tips keuangan dari para ahlinya sebagai pedoman untuk mengelola keuangan yang baik, salah satunya yaitu Safir Senduk.

Safir Senduk merupakan lulusan dari STIE I/BMI Jakarta dan juga penulis sejumlah media cetak, tabloid bisnis keuangan, hingga di beberapa radio-radio ternama. Salah satu bukunya yang cukup populer adalah Perencanaan Keuangan Keluarga. Bahkan belia pun juga menjadi pembicara di beberapa seminar dan televisi serta menjadi pemilik dari situs keuangan terlengkap yaitu perencanaan keuangan. Sebagai salah satu ahli keuangan, Safir Senduk memberikan beberapa tips yang dapat kita coba untuk mengelola keuangan yang baik:

  1. Berinvestasi pada barang-barang koleksi. Semua barang tentunya dapat dikoleksi, namun tidak semua barang bisa dijadikan investasi. Semakin panjang jangka waktu investasi, maka itu akan semakin baik. Sehingga tidak masalah jika memilih investasi dengan keuntungan besar meskipun risikonya juga besar.
  2. Ingin memiliki mobil namun dana terbatas? Maka kita bisa mempertimbangkan membeli mobil bekas. Hal ini karena nilai mobil di tahun-tahun pertama akan menyusut besar.
  3. Jika merasa penggunaan kartu kredit tidak terlalu penting, akan lebih baik jika tidak mengajukan pembuatan kartu kredit.
  4. Cobalah kredit bank Syariah, pihak bank akan membeli barang tersebut lalu menjual kepada kita dengan harga yang lebih tinggi untuk dicicil hingga lunas.
  5. Bedakan membeli barang dengan menggunakan kredit bank umum dan bank syariah. Jika menggunakan kredit bank umum, maka kita membayar harga pokok ditambah bunga nya yang dapat naik turun.
  6. Menabung via bank umum dan syariah tentunya berbeda. Jika di bank umum maka kita akan mendapatkan bunga. Sedangkan di bank syariah, kita akan mendapatkan melalui sistem bagi hasil.
  7. Bagi yang baru bekerja, kita bisa mencoba untuk memulai tabungan berjangka dan kemudian beralih ke reksadana. Cobalah mengenal reksa dana syariah, yaitu investasi reksa dana yang berbasis syariah Islam.

Mengelola keuangan dengan baik akan sangat bermanfaat bagi kondisi finansial kedepannya. kita bisa mulai belajar dari orang-orang sekitar, buku-buku keuangan, maupun ahli dalam masalah keuangan.

You may also like...