TIPS ATASI RASA CANGGUNG DALAM PERCAKAPAN

Tidak setiap percakapan canggung adalah hal yang buruk — banyak yang bisa diselamatkan dengan sedikit usaha. Dengan menerapkan kiat-kiat di atas, kita bisa menjadi lebih mahir menjadi orang yang selalu tahu hal yang benar untuk dikatakan agar orang lain merasa lebih baik di hadapan kita.

Topik-topik yang canggung juga bisa mencakup topik-topik yang ingin kita tanyakan atau topik sulit yang perlu kita diskusikan. Biarkan orang itu tahu kita memiliki sesuatu yang penting untuk dibahas dan tentukan waktu untuk melakukannya.

1. Tetap Diam

Tidak semua situasi membutuhkan percakapan. Meskipun benar bahwa berbicara dengan lancar di antara teman-teman bisa membangun hubungan lebih baik, jika kita berada di lingkungan publik dengan orang asing, berbicara tidak selalu diperlukan. Teman di kursi sebelah kita di bus atau pesawat mungkin tidak tertarik untuk berbasa-basi sepanjang perjalanan. Jika orang lain memberikan banyak tanggapan satu kata, melipat lengannya, atau mencondongkan badan, itu adalah tanda bahwa ia mungkin lebih suka diam saja.

2. Menangani Topik yang Canggung

Bijaksanalah dalam menghadapi situasi yang canggung karena sesuatu yang telah dikatakan. Arahkan pembicaraan ke arah yang berbeda dengan mengatakan sesuatu seperti, “Oh, itu menarik. kita tahu apa lagi yang saya dengar kemarin?” dan terus berbicara tentang topik yang sifatnya kurang sensitif.

Jika seseorang menyela dengan komentar yang menyebabkan kecanggungan di tengah-tengah percakapan yang sedang berlangsung, pertimbangkan untuk berhenti sejenak dan diam, dan kemudian melanjutkan garis diskusi asli, daripada membahas apa yang dikatakan (juga dikenal sebagai “menyelamatkan muka” untuk orang yang membuat kesalahan).

Cara lain untuk menangani topik canggung adalah tetap diam atau bersikap terbuka bahwa kita merasa tidak nyaman. Katakan sesuatu seperti, “Aku bukan orang yang suka bergosip, itu membuatku merasa sedikit tidak nyaman karena aku tidak ingin orang lain membicarakanku seperti itu. Bisakah kita bicara tentang hal lain?” Topik canggung kadang-kadang bahkan bisa menjadi apa yang tidak terucapkan.

Baca Juga: 5 Alasan Perlu Strategi Komunikasi Bisnis Internal

3. Keluar dengan Perlahan

Jika tidak ada lagi yang bisa dikatakan, atau kita memiliki alasan lain untuk ingin meninggalkan sebuah percakapan, bersiaplah, dan rencanakan untuk melakukannya dengan anggun. Selalu berterima kasih kepada orang lain karena meluangkan waktu untuk berbicara. Jika seseorang memonopoli waktu kita dan tidak membiarkan kita mengakhiri pembicaraan, gunakan alasan seperti perlu minum atau makan, sebagai alasan untuk keluar dari percakapan tersebut.

4. Belajar Memahami

Tidak semua orang merupakan individu yang suka mengobrol. Beberapa orang mungkin hidup dengan rasa malu atau kecemasan sosial dan butuh waktu lebih lama untuk melakukan pemanasan dalam situasi baru dan dengan orang baru. Jika seseorang merasa gugup di sekitar kita karena dia tidak mengenal kita, bersikap baik dan pengertian.

Jika orang lain hidup dengan gangguan kecemasan sosial, mungkin ketakutan atau kepanikan yang menyebabkan kecanggungan di antara kita. Orang-orang dengan Social Anxiety Disorder takut dipermalukan di depan orang lain, dan hal itu bisa mempengaruhi bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Jangan menilai seseorang yang terlihat canggung, gugup, atau takut. Alih-alih, bersikap ramah, tunjukkan minat yang tulus dengan mendengarkan dengan cermat, dan menemukan topik yang menjadi minat bersama, untuk membantu membuat orang itu merasa lebih nyaman.

Baca Juga: Mentoring dan Coaching untuk Meningkatkan Kinerja Tim

5. Kelola Kecemasan Sosial Diri

Jika percakapan terasa canggung karena rasa malu atau kecemasan sosial kita sendiri, lakukan apa yang dapat kita lakukan untuk mengelola perasaan ini. Latih keterampilan sosial, bacalah buku-buku swadaya tentang mengatasi rasa malu dan kecemasan sosial dan temui terapis jika kecemasan kita parah dan mengganggu hidup kita. kita berhutang kepada diri sendiri dan mitra percakapan kita di masa depan untuk mengelola perasaan kita.

6. Jelaskan Cara Mengakhiri Percakapan yang Canggung

Terkadang percakapan terputus. Daripada mengabaikan bahwa percakapan berakhir dengan canggung, minta maaf atau mengakui situasinya saat kita berbicara dengan orang tersebut. Jelaskan mengapa kita harus pergi dan bagaimana itu tidak bersifat pribadi. Bagi mereka yang memiliki kecemasan sosial, menjelaskan bahwa kadang-kadang situasi sosial bisa membuat kewalahan dapat membantu dalam membuat orang lain merasa nyaman.

Baca Juga: 5 Cara Mengukur Rencana Komunikasi yang Efektif

7. Membantu Memecahkan Masalah

Bantu seseorang memecahkan masalah dan kecanggungan di antara kita. Meminta saran atas suatu hal merupakan salah satu cara lain yang bagus untuk membuat percakapan tetap menarik dan mengalir. Membicarakan masalah dan solusinya bisa memakan waktu lama — dan memberi kita sesuatu untuk diperiksa saat lain kali kita bertemu seseorang.

8. Akhiri dengan Kesimpulan

Penting untuk mengakhiri percakapan dengan ringkasan dan rencana masa depan. Misalnya, kita mungkin mengatakan sesuatu seperti, “Senang rasanya berbicara tentang semua acara lari maraton yang pernah kita ikuti. Mungkin lain kali kita bersama kita dapat merencanakan kapan untuk bisa bergabung dalam latihan bersama”.

Jenis akhir percakapan yang terstruktur ini membantu mengakhiri sesuatu tetapi juga mengarah pada diskusi di masa depan.

You may also like...